Minggu, 09 Maret 2014

Langkah-Langkah Pengembangan Kurikulum Model Tyler




Ada empat tahapan yang harus dilakukan dalam pengembangan kurikulum, menurut Kurniawan (2009) tahapan-tahapan tersebut ialah sebagai berikut:
1)      Menentukan tujuan pendidikan.
2)      Menentukan pengalaman belajar yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
3)      Menentukan organisasi pengalaman belajar.

4)      Menentukan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui apakah tujuan telah dicapai.
Dalam prosesnya, pengembangan kurikulum secara makro dengan model ini harus melibatkan berbagai pihak seperti Perguruan Tinggi dan masnyarakat yang terdiri dari para ahli; bidang studi, kurikulum, pendidikan, psikologi, dan perkembangan anak dan bidang lainnya yang terkait.

a)      Menentukan Tujuan
Penetapan tujuan adalah langkah pertama. Dalam tujuan ini harus menggambarkan arah pendidikan yang akan dituju, jenis kemampuan apa yang harus dimiliki siswa setelah proses pendidikan.
      Rumusan tujuan kurikulm ini sangat tergantung pada teori dan filsafat pendidikan yang dianut oleh pengembangannya, berdasarkan berbagai masukan. Dalam pandangan tyler ada tiga klasifikasi karakteristik tujuan kurikulum yaitu tujuan kurikulum yang menekankan pada pengusaaan konsep dan teori ilmu pengetahuan (discipline oriented). Tujuan kurikulum yang menekankan pada pengembangan pribadi atau model humanistic (child centered). Tujuan kurikulum yang menekankan pada upaya perbaikan kehidupan masyarakat (society centered).
      Dengan merujuk pada tujuan kurikulum diatas, maka sumber-sumber yang dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan kurikulum, menurut Tyler, yaitu pandangan dan pertimbangan para ahli disiplin ilmu, individu anak (sebagai siswa), dan kehidupan social kontemporer. Dalam praktik, pemisahan tugas seperti di atas tidaqk ada. Ketiga hal tersebut menyatu meskipun ada salah satu karakter yang lebih dominan.
b)     Menentukan Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar yaitu aktivitas siswa dalam beinteraksi dengan lingkungan, dan bagaimana siswa mereaksi terhadap lingkungan. Pengalaman belajara tidak identic dengan isi pelajaran, namun secara inhern dalam pengalaman belajar ini sudah mencakup bahan pelajaran apa yang harus dipelajari siswa.
      Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam menentukan pengalaman belajar ini yaitu:
1)      Harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
2)      Setiap pengalaman belajar harus memuaskan siswa (senang dalam melakukannya dan sesuai dengan perkembangan siswa).
3)      Setiap rancangan pengalaman belajar sebaiknya melibatkan siswa.
4)      Satu pengalaman belajar bias mencapai lebih dari satu tujuan
c)      Mengorganisasi Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar bias dibuat dalam bentuk matapelajaran atau berupa program. Sedangkan jenis pengorganisasian pengalaman belajar bias secara vertical atau secara horizontal. Secara vertical artinya, satu jenis pengalaman belajar dilakukan dalam berbagai tingkat kelas yang berbeda. Dengan maksud untuk mengulang-ulang jenis pengalaman belajar tersebut. Sedangkan pengorganisasian secara horizontal yaitu menghubungkan pengalaman belajar dalam satu bidang kajian (mata pelajaran) dengan pengelaman belajar bidang kajian lain yang masi dalam satu tingkat (kelas).
      Tyler mengajukan tiga prinsip untuk mengorganisasi pengalaman belajar agar efektif yaitu kesinambungan (contiuty), urutan isi (sequence), integrasi (integraton).
      Kesinambungan berarti adanya pengulangan yang terus menerus jenis pengalaman belajar untuk membentuk kemampuan yang ingin dibentuk pada siswa. Kesinambungan merupakan faktor penting dalam organisasi secara vertikal.
      Urutan isi, diorganisasi sehingga adanya penambahan kedalam dan keluasan bahan dengan disesuaikan dengan tingkat kemampuan/perkembangan siswa. Juga adanya urutan dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang sederhana menuju yang kompleks.
      Integrasi, yaitu pokok bahasan dalam satu mata pelajaran satu dikaitkan dengan mata pelajaran lainnya sehingga adanya pemahaman yang terintegrasi (holistik). Misalnya dalam pengalaman belajar dalam bidang meatematika bias dikaitkan dan membantu mata pelajaran ekonomi.

d)     Menentukan Evaluasi
Evaluasi  dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana tingat pencapaian tujuan. Adapun kriteria ketercapaian tujuan ini dengan melihat apakah telah terjadi perubahan tingkah laku pada siswa sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Penilaian sebaiknya dilakukan menggunakan lebih dari satu cara. Dalam hal ini menganjurkan agar dilakukan melalui pre tes dan pos tes
      Fungsi dari penilaian dimaksudkan untuk melihat tingkat ketercapaian siswa dalam menguasai pelajaran/perubahan tingkah laku (fungsi sumatif), dan untuk melihat sejauhmana efektivitas proses pendidikan untuk mencapai tujuan (fungsi formatif)
Sedangkan menurut Effendi (2009: 64) tahapan-tahapan pengembangan kurikulum model Tyler adalah sebagai berikut:
a.       Menentukan tujuan pendidikan. Dalam menentukan tujuan pendidikan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Mempelajari siswa (the learners) sebagai sumber tujuan. Hal—hal  yang perlu dikaji berkaitan dengan siswa adalah minat, kesiapan, dan kebutuhan mereka
2)      Mempelajari kehidupan kontemporer di luar sekolah (masyarakat)
3)      Penentuan tujuan berdasarkan tinjuan filosofis, hal ini dilakukan dengan maksud untuk menentukan “the nature of good life and good society
4)      Penentuan tujuan berdasarkan tinjauan psikologis
b.      Menentukan pengalaman belajar. Ada prinsip dalam penentuan  pengalaman belajar, yaitu:
1)      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbuat(mempraktekkan) tingkah laku yang menjadi tujuan
2)      Pengalaman belajar harus menyenangkan siswa
3)      Siswa harus terlibat dalam
4)      Diberikan beberapa pengalaman belajar, sehingga siswa dapat belajar sesuai dengan berbagai cara, atau dapat belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing
5)      Pengalaman belajar yang disediakan dapat menghasilkan beberapa kemampuan, yaitu keterampilan berfikir, memperoleh informasi, mengembangkan sikap social, mengembangkan minat
c.       Pengorganisasian pengalaman belajar. Untuk itu ada tiga kriteria dalam pengorganisasian pengalaman belajar, yaitu continuity, sequence dan integration
d.      Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, dan mengetahui kelemahan-kekuatan program kurikulum
Rujukan:


Effendi, M. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran: Pengantar kearah pemahaman KBK, KTSP, dan SBI. Malang: FIP UM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar